22 December 2008

Silaturahmi Boeing 747

Alhamdulillah, pada tanggal 21 Desember 2008 telah terlaksana silaturahmi ke salah satu kerabat pilot Boeing 747 yaitu Om Bongkeng di seputaran Serua Jl. Sukamulya I. Acara berlangsung akrab, sederhana dan penuh kekeluargaan dan dihadiri oleh para pilot dan pramugari Boeing 747.

Agenda acara silaturahmi antara lain pembubaran panitia Halal Bil Halal, membahas pertemuan menjelang Tahun Baru nanti, serta diakhiri dgn kunjungan pilot dan pramugari Boeing 747 ke kediaman Pakde Yoyo (kerabat Boeing di Tumutor 714) dan dll.

Ucapan terima kasih dihaturkan kepada tuan rumah yaitu Om Bongkeng atas sajian dan keramah tamahannya. Semoga silaturahmi baik di lingkungan Boeing 747 khususnya dan kerabat lain pada umumnya tetap terjaga dan langgeng. Amien.

17 November 2008

Halal Bil Halal 1429 H - 16 Nopember 2008

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT dan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada teman, kerabat serta handai taulan, akhirnya terselenggara jualah acara Halal Bil Halal 1429 H yang diadakan oleh Frequensi Boeing 747 di rumah salah satu kerabat Boeing 747 yaitu Om Gobang dengan tema "Jalin silaturahmi dan komunikasi kekeluargaan".

Acara berlangsung meriah dari awal hingga akhir dengan didukung oleh cuaca yang begitu cerah, kehadiran para undangan dan kerabat Boeing 747 dari berbagai frequensi dan ditemani oleh alunan musik racikan Om DZ dan kawan-kawan.

Kami, atas nama paguyuban frequensi Boeing 747 pimpinan Om Sumarno aka Om HL (Hantu Laut), dengan segala kerendahan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
* Om Gobang selaku tuan rumah acara.
* Pejabat wilayah setempat
* Kerabat Tumutor dari frequensi 147.140 Mhz dan 147.040 Mhz
* Kerabat dari frequensi 146.900 Mhz
* Kerabat Gaul dari frequensi 142.780 Mhz
* Kerabat Tutuko dari frequensi 147.700 Mhz
* Kerabat dari frequensi 149.050 Mhz
* Kerabat dari frequensi 149.680 Mhz
* Kerabat dari frequensi 142.990 Mhz
* Kerabat dari frequensi 148.830 Mhz
* Kerabat dari berbagai frequensi yang sempat hadir.
* Semua Kerabat Boeing 747
* Semua teman, kerabat serta handai taulan yang turut berpartisipasi dalam acara.
* dll

Akhir kata, dengan seijin Allah SWT semoga tali silaturahmi antara teman, kerabat serta handai taulan semua di berbagai frequensi ini akan terus langgeng baik di udara maupun di darat sampai hayat dikandung badan.Amien

07 November 2008

Maaf, Nomor yang Anda hubungi sedang sibuk..

Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:

"Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah".

"Tekan 1 untuk 'meminta'.
Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'.
Tekan 3 untuk 'mengeluh'.
Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."

Atau....

Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:
"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah sabar menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."
Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini:

"Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat,
Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail,
Tekan 2. Dengan malaikat lainnya,
Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,
Tekan 4. "Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga & neraka, silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini!!"

Atau bisa juga Anda mendengar ini :

"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini. Silakan mencoba kembali esok hari."
atau...
"Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin setelah pukul 9 pagi."

Alhamdulillah... Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelpon-Nya setiap saat!!!
Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda. Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk. Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.

Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini: 24434
2 : shalat Subuh
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya

Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan nomor ini : 28443483

2 : shalat Subuh
8 : Shalat Dhuha
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
8 : Shalat Lail (tahajjud atau lainnya)
3 : Shalat Witir

Info selengkapnya ada di Buku Telepon berjudul "Al Qur'anul Karim & Hadist Rasul"
Langsung hubungi, tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa dipungut biaya.

Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak terbatas dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun!!!
Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekeliling kita.
Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya

Sabda Rasulullah S.A.W : "Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut"
7 Kalimah ALLAH:

  1. Mengucap "Bismillah" pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
  2. Mengucap "Alhamdulillah" pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
  3. Mengucap "Astaghfirullah" jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.
  4. Mengucap "Insya-Allah" jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
  5. Mengucap "La haula wala kuwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.
  6. Mengucap "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" jika menghadapi dan menerima musibah.
  7. Mengucap "La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah" sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.

Dari tafsir Hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat... mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu... mudah-mudahan jadi bisa, karena sudah biasa.

Si tahan banting yg pontang-panting

Handheld Transceiver (HT) merupakan jenis radio komunikasi yang harganya paling terjangkau. Dengan bentuk yang kecil dan ringan, radio ini dapat dibawa-bawa kemana-mana dengan mudah. Biasanya radio ini bekerja pada frekuensi 144 MHz, walaupun ada juga yang bekerja di dua frekuensi, yaitu 144 MHz dan 430 MHz. HT biasanya memiliki daya pancar 0,5 Watt sampai dengan 1 Watt.

Untuk menjangkau jarak dalam kota sekitar 5-10 km dapat dilakukan dengan di bantu antenna external (luar). Antenna yagi akan sangat menolong pada jarak agak jauh.

Contoh dalam gambar adalah HT Icom IC-2N yang banyak digunakan dalam komunikasi radio paket. HT Icom IC-2N ini merupakan pesawat radio yang paling terjangkau dan paling mudah diperoleh, baik dalam bentuk baru maupun dalam bentuk bekas / second hand. IC-2N cukup cukup tahan banting dalam kondisi operasi yang cukup buruk.

Yaesu FT80C bak kacang goreng ?

Disebut “radio sejuta umat” karena, radio ini radio jenis laris manis di pasaran dengan harga yang relatif murah untuk kelas “all band” dan karena harga yang murah, dia hanya mempunyai fungsi-fungsi standart saja asalkan sudah bisa buat “ngebreak”. Dengan fungsi-fungsi yang standart dan pengoperasian yang simple (serta ditambah dengan harga yang murah), maka hampir semua breaker HF pernah memiliki radio ini (yang pada akhirnya, mereka melepas lagi FT-80C ini untuk kemudian “ditukar” dengan radio kelas yang lebih tinggi).

Range Frekuensi
TX= 1.5 MHz - 30 MHz
RX = 0.5 MHz - 30 MHz

Range frekuensi ini adalah range normal untuk sebuah radio all band. Semua band tercover oleh radio ini.
Mode
AM/SSB/CW

RF Power Output
adjustable sampai dengan 150 Watt

menurut manual book yang ada, radio ini mempunyai power output 100 Watt. Tetapi, pada radio saya dengan tegangan 13.8 VDC bisa keluar 150 watt (termodulasi). He..he….mungkin udah pernah di adjust oleh pemilik yang sebelum saya.

Menggunakan kabel NYAF 1 mm sebagai antenna dengan konfigurasi inverted V, pada saat propagasi bagus, pancaran saya dapat diterima dengan sempurna di Sorong - Papua, ataupun Lhoksumawe - NAD dan yang bagian utara adalah di Serawak - Malaysia.

Tentu saja, penerimaan yang bagus bukan hanya karena faktor power yang besar ataupun antenna yang bagus, tetapi propagasi saat itu yang menjadi faktor penentu. (untuk power 100 watt ini, sudah merupakan keluaran standart dari sebuah radio allband. Dan antenna 1/2 lambda dengan konfigurasi inverted V/atau biasa, adalah juga merupakan antenna pasaran yang paling banyak digunakan para breaker di HF)

Satu pengalaman lagi, saat saya melakukan perjalanan ke Ponorogo akhir 2007 kemaren, FT-80C ikut dalam daftar “senjata” di perjalanan. Dilengkapi dengan sebuah antenna mobil untuk 11 MHz di kap mobil belakang kanan (karena yang bagian kiri terpasang antenna VHF), selama perjalanan di Pantura saya bisa 10-25 dengan teman yang ada di Balikpapan. Dan pada saat saya di Ponorogo dan kebetulan saya melintas di persawahan, saya dapat 10-25 dengan rekan di Bekasi secara sempurna.

Modulasi
Beberapa lawan bicara saya, memberikan report bahwa modulasi yang saya hasilkan cukup bagus, artinya walaupun hanya menggunakan mic standart, mampu memberikan modulasi yang tidak ketinggalan dengan sinyal yang ada.

Receiver
Untuk kualitas receiver, nyaris hampir semua radio HF yang masih normal mempunyai kualitas yang sama dalam hal receiver.

Audio
Audio yang dikeluarkan FT-80C ini cukup bagus, bahkan lebih empuk dibanding radio keluaran baru yang pernah saya miliki ICOM IC-781. Karena untuk membuat “empuk” audio IC-781 saya mesti menghubungkannya dengan sebuah speaker aktif, tetapi untuk FT-80C ini cukup dari speaker yang ada. Memang sih, untuk masalah audio ini adalah masalah kesenengan dan kecocokan. Belum tentu enak di telinga si A, enak pula di telinga si B.

Kekurangan
- fungsi yang terbatas, yaitu tidak ada tombol “band” yang secara default ada. Sehingga, kalau kita sering main di 2 band yang “jaraknya” jauh, misalkan 27 MHz dan 11 MHz, maka kita akan “capek” memutar-mutar tombol frekwensi untuk pindah ke frekuensi yang akan kita inginkan. Ini beda apabila ada tombol “band” yang tersedia secara default, sehingga kita bisa set band 1 di 27 Mhz dan band 2 di 11 MHz. Dan untuk pindah-pindah dari kedua frekuensi tsb tinggal pencet tombol band tsb.

catatan : sebetulnya fungsi band sudah ada, namun tombol-nya yang gak ada. Jadi dari cover depan itu, tombol untuk fungsi “band” tsb tertutup alias tidak tersedia. Biasanya, saya lepas tutup tombol tempat fungsi band tsb berada, sehingga untuk mengaktifkan fungsi “band” tsb, saya pake obeng kecil untuk meng-klik switch yang ada di dalam.

Fungsi “band” tsb secara default tidak ada tombolnya, karena FT-80C termasuk kelas radio kemersial, dan karena versi komersial pasti tidak “dibolehkan” untuk didaftarkan sebagai radio komunikasi amatir. (silahkan cek pada teman2x ORARI tentang hal ini). Radio ini yang versi amatirnya adalah FT-747. Semua spesifikasi sama persis antara kedua radio ini, hanya saja tombol (baca “knop” :-) ), ada semua di FT-747 dimana di FT-80C tombol tersebut tidak ada.

Apabila anda saat ini mempunyai radio ini, rawatlah dengan baik karena bisa jadi suatu saat radio ini akan menjadi barang antik. Saya dulu pernah memiliki ICOM IC-781 (radio keluaran ICOM tahun 2003), dan akhirnya saya lepas karena radio tsb “terlalu canggih” buat saya. Dalam artian, saat ini saya tidak membutuhkan feature2x yang diberikan si IC-781 (lha wong saya hanya main di 11 MHz doang, itupun paling hanya ada di 11.405, 11.410, 11.415, 11.420 dan 11.430. he..he…he..saya gak hobby main di 11.425 :D ). Dengan menjual IC-781 saya bisa mendapatkan FT-80C dan sisa uang yang lumayan. (karena IC-781 saat itu harganya sekitar 3.2 jt dan FT-80C sekitar 2.2 jt)

04 November 2008

Apa dan bagaimana SWR Meter itu ?

SWR adalah singkatan dari istilah Standing Wave Ratio, sedang SWR meter adalah alat untuk mengukur SWR. Alat ini penting untuk setiap stasiun radio. Dapat dipasang diantara pesawat transmitter dan koaksial kabel yang menuju ke antena. Harus dijaga agar SWR meter menunjukkan angka yang rendah, sedapat mungkin 1.1. Apabila SWR meter menunjukkan angka di atas 1.5 berarti antena tidak match. Kalau transmit terus, dalam jangka waktu yang lama, pesawat akan menjadi panas. Apabila dilanjutkan lagi, pesawat dapat mengalami kerusakan.

Perlu dijaga agar SWR tetap menunjukkan angka yang rendah, hal ini dimaksud
kan agar pesawat awet. Kecuali itu SWR yang rendah memberikan kemungkinan bekerja pada band yang cukup lebar dengan tanpa menjalankan tuner.

Sangat mengutungkan bila SWR meter tetap terpasang agar setiap saat kemungkinan terjadinya perubahan SWR dapat cepat diketahui dan segera dapat diambil langkah-langkah dan tidak keburu merusakkan pesawat. Walaupun disadari bahwa adanya penambahan alat tersebut akan menambah sedikit losses akan tetapi keamanan lebih terjamin.

SWR meter yang dilengkapi dengan tuner dapat menambah kelebaran frekuensi kerja,
akan tetapi juga akan sedikit menambah losses. Kebanyakan rekan amatir lebih menyukai berusaha mengeset antena dengan SWR serendah mungkin daripada harus menggunakan tuner. Antena dengan SWR 1 : 1.1 biasanya sudah dianggap cukup baik dan sudah dapat memberikan kelebaran band yang cukup.